Assalamu'alaikum wr. wb.
Selamat datang Sahabat FISIKAMU, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang Angka penting.
Apa itu Angka penting?
Angka
Penting (AP) adalah angka yang dapat dipercaya. Jumlah
angka penting adalah banyaknya angka atau digit yang dapat dipercaya pada suatu
bilangan. Agar Anda lebih paham cara menentukan jumlah angka penting, lihatlah
contoh pada Tabel 1 dibawah ini!
Tabel 1. Contoh menentukan jumlah angka
penting :
![]() |
| Klik untuk memperbesar |
Pada kasus angka 20.
Jika dikatakan jarak antara dua kota secara kasar adalah 20 km, maka hanya terdapat 1 AP (angka 2) karena angka nol hanya sebagai pengisi tempat.
Jika dikatakan jarak antara dua kota adalah 20
km dengan akurasi 1 km atau dapat ditulis (20 ± 1) km, maka bilangan 20
memiliki 2 AP (angka 2 dan angka 0).
Jika dikatakan jarak antara dua kota adalah 20
km dengan akurasi 0,1 km, maka ditulis 20,0 km (3 AP) atau dapat ditulis secara
lengkap (20,0 ± 0,1) km
NOTASI ILMIAH
Angka 2500 tidak begitu jelas apakah memiliki
2 AP, 3 AP, atau 4 AP.
2,5 x 10³ → 2 AP
2,50 x 10³ → 3 AP
2,500 x 10³ → 4 AP
OPERASI DALAM ANGKA PENTING
Operasi Perkalian dan Pembagian
Pada
operasi perkalian dan pembagian menggunakan angka penting (AP). Jika melakukan
operasi perkalian dan pembagian suatu bilangan, maka hasil akhir harus memiliki
jumlah angka penting yang paling kecil dari bilangan-bilangan tersebut.
Agar lebih jelas lihatlah contoh dibawah
ini.
- 12,5(3 AP)×5,5(2 AP)=68,75, maka harus dibulatkan menjadi 69 (2 AP)
- 2,07(3 AP)×21,0(3 AP)=43,47, maka harus dibulatkan menjadi 43,5 (3 AP)
- 0,3(1 AP)×0,621 (3 AP)=0,1863, maka harus dibulatkan menjadi 0,2 (1
AP)
Langkah-langkah yang harus Anda lakukan
jika ingin melakukan perkalian atau pembagian suatu bilangan sebagai berikut:
· Tentukan angka penting
(AP) dari bilangan-bilangan tersebut.
· Tentukan jumlah angka
penting yang paling sedikit dari bilangan-bilangan tersebut, sehingga jumlah
angka penting tersebut yang menentukan hasil akhir dari perhitungan.
· Lakukan operasi
perkalian atau pembagian.
·
Lakukan pembulatan jika
hasil akhir belum sama dengan jumlah angka penting yang paling sedikit.
Operasi Penjumlahan dan Pengurangan
Pada operasi penjumlahan dan pengurangan
tidak menggunakan angka penting, tetapi menggunakan jumlah Tempat Desimal (TD).
Jika menambahkan dan mengurangkan suatu bilangan, makahasil akhir harus
memiliki tempat desimal yang paling sedikit dari bilangan-bilangan tersebut.
Agar lebih jelas lihatlah contoh dibawah
ini.
- 2,07(2 TD)+21,1(1 TD)=23,17 maka harus dibulatkan menjadi 23,2 (1 TD)
- 35(0 TD)+2,7(1 TD)=37,7 maka harus dibulatkan menjadi 38 (0 TD)
- 0,621(3 TD)-0,3 (1 TD)=0,321 maka harus dibulatkan menjadi 0,3 (1
TD)
Langkah-langkah yang harus Anda lakukan jika ingin menambahkan atau mengurangkan suatu bilangan sebagai berikut:
- Tentukan tempat desimal (TD) dari bilangan-bilangan tersebut.
- Tentukan tempat desimal yang paling sedikit dari bilangan-bilangan tersebut, sehingga jumlah tempat desimal tersebut yang menentukan hasil akhir dari perhitungan.
- Lakukan operasi penjumlahan dan pengurangan.
- Lakukan pembulatan jika hasil akhir belum sama dengan tempat desimal yang paling sedikit, maka harus dibulatkan menjadi 0,3 (1 TD).
Kami harap materi diatas bisa dengan mudah dipahami dan bisa memberikan solusi serta manfaat kepada Sahabat Fisikamu.
Apabila ada yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar, kami dengan senang hati akan mencoba membantu dan menjawab yang sobat tanyakan. Terimakasih :)
Apabila ada yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar, kami dengan senang hati akan mencoba membantu dan menjawab yang sobat tanyakan. Terimakasih :)

Jika kurang jelas silahkan bertanya disini.
BalasHapusJika kurang jelas silahkan bertanya disini.
BalasHapus