Kamis, 21 November 2019

VEKTOR DAN SKALAR

Assalamu'alaikum wr. wb.

Selamat datang Sahabat FISIKAMU, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang Vektor dan Skalar.


Apa bedanya vektor dengan skalar?

  • Vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Besaran vektor biasanya ditulis dengan huruf tebal, namun jika ditulis tangan umumnya menggunakan tanda panah diatas simbolnya.


  • Vektor resultan atau resultan vector adalah penjumlahan dua atau lebih vektor.


  • Skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai. Contoh besaran fisika yang termasuk dalam besaran vektor atau skalar dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.

Mengapa luas merupakan besaran vektor?
Jawab:
Karena luas suatu bidang ditentukan dari arah sudut pandang. Misalnya kita katakan luas suatu bidang A, namun luas merupakan bidang A yang dilihat tegak lurus dengan bidang tersebut.
Penerapan ini dapat dilihat pada materi fluks magnet.

Sabtu, 16 November 2019

ANGKA PENTING


Assalamu'alaikum wr. wb.

Selamat datang Sahabat FISIKAMU, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang Angka penting. 


Apa itu Angka penting?

        Angka Penting (AP) adalah angka yang dapat dipercaya. Jumlah angka penting adalah banyaknya angka atau digit yang dapat dipercaya pada suatu bilangan. Agar Anda lebih paham cara menentukan jumlah angka penting, lihatlah contoh pada Tabel 1 dibawah ini!

Tabel 1. Contoh menentukan jumlah angka penting :


Klik untuk memperbesar

Pada kasus angka 20.

        Jika dikatakan jarak antara dua kota secara kasar adalah 20 km, maka hanya terdapat 1 AP (angka 2) karena angka nol hanya sebagai pengisi tempat.
Jika dikatakan jarak antara dua kota adalah 20 km dengan akurasi 1 km atau dapat ditulis (20 ± 1) km, maka bilangan 20 memiliki 2 AP (angka 2 dan angka 0).
Jika dikatakan jarak antara dua kota adalah 20 km dengan akurasi 0,1 km, maka ditulis 20,0 km (3 AP) atau dapat ditulis secara lengkap (20,0 ± 0,1) km


NOTASI ILMIAH
        Notasi Ilmiah adalah bilangan yang dituliskan dalam bentuk (10^) powers of ten. Notasi ilmiah berfungsi agar angka penting tertulis secara jelas.
Contoh: Tentukan jumlah angka penting pada bilangan 2500!
Angka 2500 tidak begitu jelas apakah memiliki 2 AP, 3 AP, atau 4 AP.

2,5       x 10³ → 2 AP
2,50     x 10³ → 3 AP
2,500   x 10³ → 4 AP

OPERASI DALAM ANGKA PENTING

Operasi Perkalian dan Pembagian

        Pada operasi perkalian dan pembagian menggunakan angka penting (AP). Jika melakukan operasi perkalian dan pembagian suatu bilangan, maka hasil akhir harus memiliki jumlah angka penting yang paling kecil dari bilangan-bilangan tersebut.  


Agar lebih jelas lihatlah contoh dibawah ini.

  •     12,5(3 AP)×5,5(2 AP)=68,75, maka harus dibulatkan menjadi 69 (2 AP)
  •    2,07(3 AP)×21,0(3 AP)=43,47, maka harus dibulatkan menjadi 43,5 (3 AP)
  •    0,3(1 AP)×0,621 (3 AP)=0,1863, maka harus dibulatkan menjadi 0,2 (1 AP) 


        Langkah-langkah yang harus Anda lakukan jika ingin melakukan perkalian atau pembagian suatu bilangan sebagai berikut:
·             Tentukan angka penting (AP) dari bilangan-bilangan tersebut.
·        Tentukan jumlah angka penting yang paling sedikit dari bilangan-bilangan tersebut, sehingga jumlah angka penting tersebut yang menentukan hasil akhir dari perhitungan.
·      Lakukan operasi perkalian atau pembagian.
·         Lakukan pembulatan jika hasil akhir belum sama dengan jumlah angka penting yang paling sedikit.

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan

        Pada operasi penjumlahan dan pengurangan tidak menggunakan angka penting, tetapi menggunakan jumlah Tempat Desimal (TD). Jika menambahkan dan mengurangkan suatu bilangan, makahasil akhir harus memiliki tempat desimal yang paling sedikit dari bilangan-bilangan tersebut.

Agar lebih jelas lihatlah contoh dibawah ini.

  •     2,07(2 TD)+21,1(1 TD)=23,17 maka harus dibulatkan menjadi 23,2 (1 TD)
  •     35(0 TD)+2,7(1 TD)=37,7 maka harus dibulatkan menjadi 38 (0 TD)
  •     0,621(3 TD)-0,3 (1 TD)=0,321 maka harus dibulatkan menjadi 0,3 (1 TD) 



Langkah-langkah yang harus Anda lakukan jika ingin menambahkan atau mengurangkan suatu bilangan sebagai berikut:
  1. Tentukan tempat desimal (TD) dari bilangan-bilangan tersebut.
  2. Tentukan tempat desimal yang paling sedikit dari bilangan-bilangan tersebut, sehingga jumlah tempat desimal tersebut yang menentukan hasil akhir dari perhitungan.
  3. Lakukan operasi penjumlahan dan pengurangan.
  4. Lakukan pembulatan jika hasil akhir belum sama dengan tempat desimal yang paling sedikit, maka harus dibulatkan menjadi 0,3 (1 TD).




Kami harap materi diatas bisa dengan mudah dipahami dan bisa memberikan solusi serta manfaat kepada Sahabat Fisikamu.
Apabila ada yang kurang jelas silahkan bertanya pada kolom komentar, kami dengan senang hati akan mencoba membantu dan menjawab yang sobat tanyakan. Terimakasih :)